Ku terpesona oleh indahmu sedayu
Indah rona merah muda remajamu
Menggelitik romansa masa mudaku
Bias jingga pun mewarnai deretan batu pualam bak mutiara
Seelok linggi merah muda senada dengan rautmu nan jua indah
sungguh ku terpesona
Namun kulihat temaram senja kerap datang
Seiring letup letupan kilat tak tertahan
Ntah karna biasa atau karna tak tersadari
Membuatmu lena menutup diri
Kuingin nenapak pada titianmu
Sembari kubawa sejuta benih bunga berwarna warni
Akan kutanam pada tepian tepian sedayu
Hingga tumbuh mekar mewangi tanpa pernah ku berharap untuk memiliki
Kan kucoba bawa jingga mentari dari ufuk sanubari
Kan kucoba hempaskan temaram dan letupan kilat yang menghalangi
Kan kucoba bawa kembali rona merah muda remajamu nan ceria
Kan kucoba warnai denan kuntum bunga seikat saudara
Hingga sedayu ku kembali indah . . . . .
(: ¤ :)
Indah rona merah muda remajamu
Menggelitik romansa masa mudaku
Bias jingga pun mewarnai deretan batu pualam bak mutiara
Seelok linggi merah muda senada dengan rautmu nan jua indah
sungguh ku terpesona
Namun kulihat temaram senja kerap datang
Seiring letup letupan kilat tak tertahan
Ntah karna biasa atau karna tak tersadari
Membuatmu lena menutup diri
Kuingin nenapak pada titianmu
Sembari kubawa sejuta benih bunga berwarna warni
Akan kutanam pada tepian tepian sedayu
Hingga tumbuh mekar mewangi tanpa pernah ku berharap untuk memiliki
Kan kucoba bawa jingga mentari dari ufuk sanubari
Kan kucoba hempaskan temaram dan letupan kilat yang menghalangi
Kan kucoba bawa kembali rona merah muda remajamu nan ceria
Kan kucoba warnai denan kuntum bunga seikat saudara
Hingga sedayu ku kembali indah . . . . .
(: ¤ :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar